Posted by Puri Swastadi in October 31, 2009
Pada bagian ini akan dilanjutkan terlebih dahulu penggunaan struktur FOR untuk kasus atau contoh yang lebih variatif.
Berikut diberikan contoh penggunaan struktur FOR untuk ekspresi yang bersifat mengurangi atau decrement,
___________________________________________________________program tersebut akan menampilkan statemen berikut,
kuliah bidang minat teori dan komputasiBandingkan dengan struktur FOR yang menggunakan ekspresi menambah atau increment. Penjelasannya akan sama dengan proses incerement sebelumnya.
Selanjutnya beralih ke struktur FOR yang lebih kompleks yaitu struktur FOR Bersarang (Nested FOR), maksudnya adalah sebuah pengulangan yang dilakukan di dalam pengulangan, artinya statemen pengulangan yang pertama adalah sebuah pengulangan. Berikut adalah contoh program untuk Nested FOR,
___________________________________________________________ #include<stdio.h> int main() { int i,j; for (i=0; i<5; i++) { for (j=0; j<5; j++) { printf (“%3d”, i*j);Jika dieksekusi maka akan menghasilkan nilai yang terdiri atas 5 baris dan 5 kolom.
Selamat mencoba…
Posted by Puri Swastadi in October 30, 2009
Pembahasan Kontrol Program akan dilanjutkan dengan metode pengulangan, yang diawali dengan penggunaan statemen FOR.
Statemen FOR digunakan untuk melakukan pengulangan yang jumlah pengulangannya telah ditetapkan sebelumnya, penetapan ini dilakukan melalui inisialisasi seperti pada struktur FOR berikut,
for (ekspresi1; ekspresi2; ekspresi3) statemen yang akan diulang;jika statemen yang akan dieksekusi lebih dari 1 maka ditambahkan { } (kurung kurawal) pada bagian akhir pengulangan FOR seperti struktur berikut,
for (ekspresi1; ekspresi2; ekspresi3) { statemen yang akan diulang1; statemen yang akan diulang2; …ket:
ekspresi1 sebagai inisialisasi variabel yang akan dicacah, atau kondisi awal dari sebuah ekspresi,
ekspresi2 sebagai kondisi akhir atau penentu jumlah pengulangan yang akan dilakukan,
dan ekspresi3 sebagai pencacah nilai kondisi awal, dimana ekspersinya digunakan untuk menaikkan nilai variabel atau menurunkannya.
Berikut adalah ilustrasi dari penggunaan struktur FOR,
for (i=0; i<5; i++)Nilai i=0 berarti kondisi awal variabel yang bernilai 0, nantinya akan dilakukan pengulangan sampai ekspresi2 yaitu i<5, dengan nilai tiap pengualangan berupa i++ yang berarti i=i+1.
Perlu diketahui bahwa penulisan i++ jauh lebih baik dalam pemrograman daripada penulisan i=i+1 walaupun keduanya menghasilkan nilai yang sama.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh penggunaan struktur FOR,
___________________________________________________________Perhatikan struktur FOR tersebut, jika dieksekusi maka akan menghasilkan nilai seperti berikut,
kuliah bidang minat teori dan komputasi //pengulangan 1Jika diperhatikan secara seksama maka proses tersebut akan berhenti jika nilai i bernilai sama dengan 5, berikut ilustrasi pengulangannya,
i=0 masih lebih kecil dari 5, kemudian dilakukan penambahan 1 menjadi i=i+1 menjadi i=0+1 dan menghasilkan pengulangan 1,
i=1 (sekarang i bernilai 1) dan masih lebih kecil dari 5 kemudian dilakukan penambahan menjadi i=1+1 dan menghasilkan pengulangan ke 2,
i=2 (sekarang i bernilai 2) dan masih lebih kecil dari 5 kemudian dilakukan penambahan menjadi i=2+1 dan menghasilkan pengulangan ke 3,
i=3 (sekarang i bernilai 3) dan masih lebih kecil dari 5 kemudian dilakukan penambahan menjadi i=3+1 dan menghasilkan pengulangan ke 4,
i=4 (sekarang i bernilai 4) dan masih lebih kecil dari 5 kemudian dilakukan penambahan menjadi i=4+1 dan menghasilkan pengulangan ke 5,
i=5 (sekarang i bernilai 5) dan bernilai sama dengan 5 sehingga proses eksekusi dihentikan karena kondisi bernilai salah.
Pada bagian selanjutnya akan diberikan beberapa contoh penggunaan statemen FOR untuk kasus yang lain.
Posted by Puri Swastadi in October 30, 2009
Pada pembahasan ini akan dijelaskan penggunaan statemen SWITCH.
Berbeda dengan statemen IF, statemen SWITCH disebut juga dengan multi way decision (keputusan dengan banyak arah), maksudya adalah bahwa pemilihan kondisi akan langsung menuju kondisi yang sesuai atau benar dengan nilai konstanta yang didefinisikan. Salah satu syarat penggunaan statemen SWITCH adalah nilai kondisi harus bernilai konstan, misalnya nilai bulat atau integer yang bernilai konstan atau karakter konstan, kata kunci yang digunakan untuk statemen SWITCH adalah case. Untuk lebih jelasnya berikut adalah kerangka blok dari statemen SWITCH,
switch (ekspresi) { case nilai_konstanta1: { statemen yang akan dieksekusi; … break;Berikut adalah contoh program penggunaan statemen SWITCH,
___________________________________________________________ #include<stdio.h> int main() { char cc; printf(“ketikkan sebuah huruf dan akhiri dengan return \n”); scanf(“%s”,&cc); switch(cc) { case ‘a’: { printf(“huruf yang anda ketikkan adalah a \n”); break; } case ‘u’: { printf(“huruf yang anda ketikkan adalah u \n”); break; } case ‘e’: { printf(“huruf yang anda ketikkan adalah e \n”); break; } case ‘i’: { printf(“huruf yang anda ketikkan adalah i \n”); break; } default: printf(“huruf yang anda ketik adalah huruf mati \n”); } return 0; } ___________________________________________________________Pogram tersebut memilki nilai default berupa,
huruf yang anda ketik adalah huruf matiArtinya jika semua keadaan sebelumnya tidak sesuai dengan nilai yang diinputkan maka statemen yang berada di dalam default akan dieksekusi. Program tersebut dapat didownload di menutab Kumpulan-Program di bagian ke 4 Instruksi Kondisional dengan nama switch atau di sini.